Populasi dan Sample Penelitian…apa itu?

Posted: Juli 25, 2010 in kenalan Karya Ilmiah

Apa itu subjek dan objek penelitian? Subjek penelitian adalah sumber tempat kita memperoleh keterangan atau data penelitian, sedangkan objek penelitian adalah topik penelitian yang dipilih. Subjek penelitian dapat merupakan suatu populasi, atau suatu sampel. Apa itu p…opulasi? Apa itu sampel? Bedanya????? Populasi adalah seluruh unsur atau elemen yang menjadi anggota dalam suatu kesatuan yang akan diteliti, sedangkan sampel adalah bagian populasi yang dipilih untuk menjadi subjek penelitian. Misalnya, Dita akan meneliti tentang semangat belajar para pelajar SMA di Yogyakarta. Populasi dari penelitian Dita ini adalah seluruh pelajar SMA di wilayah Yogyakarta. Sampel dari penelitian ini adalah beberapa pelajar dari beberapa SMA di kota Yogyakarta. Cara mengambil Sampel? Pengambilan sampel yang baik harus bersifat representatif, artinya sampel tersebut mewakili karakteristik yang terdapat pada populasi. untuk itu, ada beberapa macam metode pengambilan sampel yang dapat digunakan, tergantung pada penelitian sosial yang akan kita lakukan. Beberapa metode tersebut adalah sebagai berikut: a. Sampel Acak Sederhana (Simpel Random Sampling) Di dalam sampel acak, setiap anggota populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi anggota sampel.Kemungkinan untuk menjadi anggota sampel berlaku bagi semua individu-individu terlepas dari persamaan-persamaan maupun perbedaan di antara mereka sepanjang mereka itu menjadi anggota populasi. Penentuan sampel melalui simpel random sampling dapat dilakukan dengan undian atau daftar angka acak. b. Sampel Terstratifikasi (Stratified Sampling) Teknik ini sering disebut dengan penarikan sampel secara proporsional atau proportional sampling. Hal ini dikarenakan penarikan sampel, dalam teknik ini memerhatikan perimbangan jumlah unit-unit di dalam setiap subpopulasi. Keuntungan stratified random sampling adalah lebih hemat daripada random sampling. Hal ini karena random sampling memerlukan sampel yang lebih besar agar semua lapisan atau golongan dapat terjaring di dalam sampel. Bagi stratified random sampling, terjaringnya golongan-golongan atau lapisan-lapisan di dalam sampel sudah terjamin. Dengan stratified random sampling yang terwakili bukan saja golongan atau lapisan tetapi juga variabel-variabel penelitian yang dikehendaki untuk diteliti secara simultan di dalam sampelnya. c. Sampel Rumpun (Cluster Sampling) Pengambilan sampel secara cluster pada hakikatnya sama dengan pengambilan sampel secara acak dengan perbedaan bahwa setiap unit sampelnya adalah kumpulan atau cluster dari unsur-unsur. d. Sampel Daerah (Area sampling) Area sampling umumnya dipakai apabila kita tidak mungkin dan tidak praktis untuk mengambil sampel di suatu daerah yang luas. Daerah luas dibagi-bagi menjadi daerah-daerah yang lebih kecil, kemudian daerah tersebut dibagi-bagi lagi menjadi daerah yang lebih kecil. Keuntungan dari area sampling yaitu menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Sedangkan kerugiannya, karena caranya dilakukan bertingkat-tingkat, pada setiap tingkat dapat terjadi kesalahan. Ada kemungkinan sampel-sampel yang ditarik pada setiap tingkat tidak mewakili populasi atau subpopulasinya, atau pada tingkat pertama masih representatif terhadap populasinya, sedangkan pada tingkat kedua sudah tidak lagi representatif. e. Sampel Purposif (Purposive Sampling) Pengambilan sampel secara purposif pada hakikatnya adalah suatu pengambilan sampel dengan mendasarkan diri pada pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. f. Sampel Insidental (Insidental Sampling) Cara pengambilan sampel ini dilakukan secara kebetulan dengan tidak menggunakan perencanaan. Peneliti semata-mata memilih siapa saja yang dapat diraih pada saat penelitian diadakan sebagai respondennya. g. Sampel Bola Salju (Snow Ball Sampling) Snow ball sampling merupakan penarikan sampel bertahap yang makin lama jumlah respondennya semakin bertambah besar. Penarikan sampel dengan snow ball dapat diibaratkan dengan sebuah bola salju yang semula kecil berkembang menjadi membesar seraya dia menggelinding dari bukit. Cara pengambilan sampel ini berlangsung secara berantai dari satu responden kepada responden lain berdasarkan informasi dari responden pertama. Umumnya responden pertama adalah orang yang dianggap paling mengetahui. Mana yang harus kita pilih? Nah, itu tergantung dari penelitian apa yang akan kamu lakukan… 1. Bopak ingin meneliti sikap siswa terhadap cara-cara penilaian guru. Untuk itu dapat digunakan sistem Sampel Terstratifikasi. Oleh karena siswa terdiri atas kelas satu, dua, dan tiga, peneliti harus mengambil sampel dari tiap-tiap kelas. Peneliti mengambil beberapa siswa kelas satu, siswa kelas dua, dan siswa kelas tiga. 2. Prof. Bahlul hendak meneliti pandangan ibu-ibu tentang nilai anak di Kabupaten A. Untuk itu dapat digunakan sistem Sampel Daerah. Untuk itu, peneliti menggunakan pengambilan sampel wilayah secara bertingkat. Peneliti memilih kecamatan-kecamatan yang dapat mewakili Kabupaten A sesuai dengan kebutuhan penelitian peneliti. Lalu dari kecamatan-kecamatan yang terpilih sebagai sampel itu peneliti memilih lagi desa-desa yang dianggap dapat mewakili keadaan kecamatan. Apabila desa masih dianggap terlalu luas, maka dapat menggunakan prosedur yang sama menentukan dukuh sebagai wilayah terkecil penelitian. 3. Mawar ingin meneliti bagaimana proses interaksi para penyandang cacat. Hal ini dapat dilakukan dengan metode sampel Puerposif. Setiap sampel yang dipilih berdasarkan pada ketentuan-ketentuan yang telah dibuat oleh peneliti. Contoh sampel adalah penyandang cacat dengan tingkat kecacatan tertentu, atau jenis kecacatan tertentu. 4. Jeng Janeth berkehendak untuk meneliti murid-murid SMA di sebuah sekolah. Ia dapat menggunakan sistem sampel rumpun. Ia menarik unit sampelnya bukan murid-murid secara individual, tetapi terlebih dahulu unit sampelnya adalah kelas-kelas di sekolah itu yang terdiri atas kelas satu sampai dengan kelas tiga. Dari kelas satu secara random terpilih kelas XC. Dari kelas dua terpilih kelas XIA. Dari kelas tiga terpilih secara random kelas XII IPA1. Setelah peneliti dapat memilih secara random unit-unit sampel secara cluster, langkah berikutnya adalah memilih sampel dari kelaskelas itu sejumlah murid sebanyak yang dikehendaki. Terus..? Dengan menggunakan metode sampling yang tepat, sampel yang kita ambil dapat sungguh-sungguh menggambarkan dan mewakili kondisi populasi… Dengan demikian, kesimpulan yang kita ambil dari penelitian terhadap sampel juga berlaku bagi populasi tersebut.. Mungkinkah terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam hal ini? Mungkin banget.. ada dua macam penyimpangan, yaitu penympangan karena pemakaian sampel (sampling error) dan penyimpangan bukan karena pemakaian sampel (non-sampling error). Penyimpangan karena pemakaian sampel biasanya terjadi karena jumlah sampel yang diambil terlalu sedikit. Sedangkan non-sampling error dapat terjadi karena berbagai hal, misalnya: a) kesalahan definisi, satuan ukuran, dan kriteria. b) penggantian sampel c) salah tafsir oleh responden atau oleh peneliti d) responden lupa akan hal-hal yang ditanyakan e) responden memberikan jawaban yang salah secara sengaja f) kesalahan dalam pengolahan data Kesalahan-kesalahan tersebut dapat dihindari dengan memakai metode pengambilan sampel yang tepat dan perencanaan penelitian secara teliti dan sistematis. Oo… begitu… ya ntar aku pelajari lagi deh, masalah populasi dan sampel! Siip, gitu dong! Ayo semangat melanjutkan penelitian kita! Makasih, teman!

Iklan
Komentar
  1. udah pada ngerti?tanya mz ezra…

  2. fiqhri berkata:

    kak , tolong kupas tuntas penelitian IPA dong . jangan sosial melulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s