Pengumpulan Data (2): Wawan dan Cara (wawancara) :p

Posted: Juli 25, 2010 in kenalan Karya Ilmiah

Wawancara itu apaan? Wawancara adalah cara mengumpulkan data melalui komunikasi langsung antara peneliti dengan sampelnya. Metode ini dilakukan dengan cara tanya jawab dengan sampel atau informan yang diarahkan pada masalah tertentu. Dari Wawancara, kita bisa dapat ap…a aja sih? Ada beberapa keterangan yang dapat diperoleh melalui wawancara, misalnya: a) Keterangan yang bersifat memastikan fakta: umur, agama, pendidikan, pekerjaan, keinginan responden, dan sebagainya. b) Keterangan yang memperkuat kepercayaan tentang keadaan fakta: anggapan, pandangan, dan kepercayaan responden terhadap suatu fakta. c) Keterangan tentang perasaan: perasaan dan emosi responden terhadap sesuatu yang ditanyakan. d) Keterangan tentang standar etika: hal-hal apa yang sebaiknya dilakukan atau dikerjakan oleh responden. e) Keterangan tentang standar kegiatan: penilaian responden tentang mungkin tidaknya suatu kegiatan dilakukan berdasarkan norma yang ada dalam masyarakat. f) Keterangan tentang alasan: berisi alasan responden tentang anggapan, perasaan, perilaku, atau kebijakan yang dikemukakannya. Apa aja macam-macam wawancara? Wawancara dapat kita tinjau dari pelaksanaan, dari tujuan, maupun dari bentuk pertanyaannya. Apabila ditinjau dari pelaksanaannya, pedoman wawancara dapat dibedakan menjadi: 1) Wawancara tidak berencana yaitu wawancara yang hanya memuat tema yang dijadikan acuan wawancara. Wawancara tidak berencana dapat dibedaan menjadi wawancara terfokus yakni wawancara yang terpusat pada satu pokok, dan wawancara bebas, yakni wawancara yang pertanyaannya tidak terfokus pada satu pokok. 2) Wawancara berencana yaitu wawancara yang disusun secara terperinci. Butir-butir pertanyaan telah dipersiapkan oleh peneliti sebelum wawancara. 3) Wawancara sambil lalu yaitu wawancara yang dilakukan tanpa seleksi terhadap orang-orang yang akan diwawancara. Sedangkan berdasarkan tujuannya, wawancara dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu: 1) Wawancara Survei: bertujuan mencari data untuk suatu populasi tertentu. 2) Wawancara diagnostik: bertujuan mendiagnosis seseorang tentang masalah yang dihadapi. Apabila ditinjau dari bentuk pertanyaannya, wawancara dapat dibedakan menjadi dua hal, yakni: 1) Wawancara tertutup: alternatif jawaban responden sudah ditentukan oleh pewawancara sebelumnya, atau responden hanya perlu memilih dari alternatif jawaban yang disediakan oleh pewawancara. 2) Wawancara terbuka: jawaban responden tidak ditentukan oleh pewawancara, sehingga responden dapat menjawab dengan kata-katanya sendiri. Supaya hasil wawancara kita memuaskan, apa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan? Prinsip-prinsip dalam wawancara antara lain sebagai berikut: 1) Pewawancara harus jujur, tidak boleh mengadakan manipulasi terhadap jawaban responden, atau memberi jawaban tanpa wawancara. 2) Pewawancara harus dapat mencatat jawaban, menerapkan definisi, dan melaksanakan instruksi dengan baik. 3) Pewawancara harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, adat istiadat, situasi, dan kondisi di tempat wawancara berlangsung. 4) Pewawancara harus dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman, sehingga responden merasa nyaman untuk memberikan informasi yang sebenarnya. 5) Pewawancara tidak bereaksi terhadap jawaban responden, apapun yang dikatakannya. Interaksi cukup dengan anggukan kepala, atau “oh, ya”, dan sebagainya. 6) Pewawancara harus bersikap wajar dan sanggup menarik perhatian responden terus menerus sampai wawancara selesai. Lalu saat melaksanakan wawancara? Jelasin dong! Sebelum melaksanakan wawancara, kita perlu mengadakan beberapa persiapan, misalnya: 1) menyeleksi orang-orang yang akan kita wawancara, baik sebagai informan maupun sebagai sampel atau responden. 2) melakukan pendekatan terhadap calon responden dan informan, untuk membuat janji dengan orang-orang tersebut. Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan saat wawancara: 1) Sebelum wawancara, hendaknya pewawancara menerangkan beberapa hal, seperti kegunaan serta tujuan wawancara, menjelaskan alasan responden terpilih untuk wawancara, menjelaskan identitas pewawancara, dan menjelaskan sifat wawancara yang dilakukan (rahasia atau tidak). 2) Pewawancara menghindari kata-kata yang memiliki dua atau banyak makna. 3) Pewawancara hendaknya menghindari pertanyaan panjang. 4) Pertanyaan dibuat sekonkret mungkin. 5) Pewawancara menyebut semua alternatif jawaban yang dapat diberikan oleh responden, atau sebaliknya jangan menyebut alternatif apapun. 6) Pewawancara menghindari pokok-pokok pertanyaan yang mungkin membuat responden malu atau canggung. 7) Jika wawancara berkaitan dengan penilaian terhadap orang ketiga/pihak lain, pewawancara sebaiknya menanyakan sifat yang positif dan negatif dari orang ketiga tersebut. 8) Usahakan wawancara berlangsung hanya antara pewawancara dan responden/informan. Pada tahap pencatatan wawancara, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan (Singarimbun, 1987:160) yakni sebagai berikut: 1) Reaksi atau jawaban pertama responden harus tetap ditulis, meskipun nanti responden berubah pendapat. 2) Jangan tergesa-gesa menuliskan “tidak tahu”, karena responden mungkin sedang berpikir. 3) Jawaban lain atau penjelasan tetap harus ditulis, meskipun untuk pertanyaan tertutup. 4) Tulislah dengan lengkap semua komentar responden. 5) Pahami maksud jawaban responden sebelum dicatat. 6) Usahakan sambil menulis tetap berbicara, sehingga responden tidak menunggu terlalu lama. 7) Selesai wawancara, periksalah kembali daftar pertanyaan agar tidak ada nomor yang terlewati. Secara umum, pencatatan wawancara dapat dilakukan dengan lima cara, yakni 1) Pencatatan langsung saat wawancara. 2) Pencatatan dari ingatan, dilakukan setelah wawancara berlangsung. 3) Pencatatan dengan alat perekam 4) Pencatatan dengan angka atau kata-kata yang memiliki nilai tertentu 5) Pencatatan dengan kode yang telah dipersiapkan sebelumnya. Wah, gitu ya… Lha kelebihan dan kekurangan wawancara apa saja? Secara umum, keuntungan wawancara antara lain: a. Informasi yang diinginkan dapat diperoleh secara tepat. b. Terdapat kesahihan akan kebenaran jawaban yang diperoleh. c. Lebih akurat. Kelemahan wawacara: Informasi yang disampaikan responden belum tentu sesuai dengan fakta. Oke2… masuk ke metode berikutnya dong! iya2 sabar^^

Iklan
Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s