Pengumpulan Data (1): Pengamatan (dg jely atau jeli)?@

Posted: Juli 25, 2010 in kenalan Karya Ilmiah

Apa sih pengamatan/observasi itu? Pengamatan (observasi) adalah suatu cara mengumpulkan data melalui pengamatan inderawi, dengan melakuan pencatatan terhadap gejala-gejala yang terjadi pada objek penelitian secara langsung di tempat penelitian. Apa yang diamati? Ada …beberapa hal yang dapat menjadi bahan amatan, misalnya: a) pelaku/partisipan, misalnya menyangkut siapa saja yang terlibat, apa status mereka, bagaimana hubungan mereka dengan kegiatan tersebut, bagaimana kedudukan mereka dalam masyarakat, dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain dalam kegiatan tersebut. b) Kegiatan, misalnya menyangkut apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukan itu, untuk siapa mereka melakukan itu, bagaimana terjadinya suatu peristiwa, dan akibat dari peristiwa tersebut. c) Tujuan, misalnya menyangkut apa yang diharapkan partisipan dari kegiatan atau peristiwa yang diamati. d) Perasaan, misalnya menyangkut ungkapan-ungkapan emosi partisipan baik itu dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka, atau gerak tubuh. e) Ruang/tempat, misalnya menyangkut lokasi dari peristiwa atau gejala yang diamati. f) Waktu, misalnya menyangkut jangka waktu kegiatan atau peristiwa yang diamati, serta pandangan para partisipan tentang waktu. g) Benda/alat, misalnya menyangkut jenis, bentuk, bahan, dan kegunaan benda atau alat yang dipakai saat kegiatan berlangsung. h) Peristiwa, misalnya menyangkut kejadian-kejadian lain yang terjadi bersamaan atau seiring dengan kegiatan yang diamati. i) dan lain-lain. Cara melakukan penelitian dengan metode observasi ini gimana sih? Beberapa cara yang umum dilakukan misalnya sebagai berikut: 1) Membuat catatan anekdot (anecdotal record), yaitu catatan informal yang digunakan pada waktu melakukan observasi. Catatan ini berisi fenomena atau peristiwa yang terjadi saat observasi. 2) Membuat daftar cek (checklist), yaitu daftar yang berisi catatan setiap faktor secara sistematis. Daftar cek ini biasanya dibuat sebelum observasi dan sesuai dengan tujuan observasi. 3) Membuat skala penilaian (rating scale), yaitu skala yang digunakan untuk menetapkan penilaian secara bertingkat untuk mengamati kondisi data secara kualitiatif. 4) Mencatat dengan menggunakan alat (mechanical device), yaitu pencatatan yang dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan alat bantu, misalnya kamera, handycam, dan alat perekam suara. Macam-macam metode observasi? Metode pengamatan/observasi dapat dibedakan berdasarkan dua hal, yakni berdasarkan keterlibatan penelitinya dan berdasarkan struktur pengamatannya. Berdasarkan keterlibatan penelitinya, metode pengamatan dibedakan menjadi tiga macam, yakni: 1) Pengamatan biasa/tidak langsung: pengamat merupakan orang yang sepenuhnya mengamati; ia tidak memiliki keterlibatan apapun dengan objek pengamatan. 2) Pengamatan terkendali: objek pengamatan diletakkan pada suatu lingkungan yang terbatas (ruangan, lapangan, dlsb) yang dapat diamati oleh peneliti. 3) Pengamatan terlibat/langsung: pengamat ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diteliti. Dalam pengamatan langsung, pengamat dapat sepenuhnya terlibat (complete participation), berperan sebagai peserta terbatas (partial participation), dan berperan sebagai pengamat (complete as observer). Berdasarkan struktur pengamatan, pengamatan dapat dibedakan menjadi dua hal yakni: 1) Pengamatan tidak berstruktur: tidak ada ketentuan mengenai hal-hjal apa yang harus diamati oleh pengamat. 2) Pengamatan berstruktur: hal-hal yang harus diamati pengamat telah ditentukan dan direncanakan secara sistematis. Supaya hasil pengamatan menjadi bagus, kita harus bagaimana? Tentu saja kita harus menggunakan prinsip-prinsip pengamatan, kurang lebih sebagai berikut: 1) Pengamatan harus dilakukan secara cermat, jujur, dan objektif, serta terfokus pada objek yang diteliti. 2) Dalam menentukan objek yang hendak diamati, seorang pengamat harus mengingat bahwa semakin banyak objek yang teramati, semakin sulit pengamatan dilakukan dan hasilnya semakin tidak teliti. 3) Sebelum pengamatan dilakukan, pengamat sebaiknya menentukan cara dan prosedur pengamatan. 4) Agar pengamatan lancar, pengamat perlku memahami apa yang hendak diamati dan dicatat, serta bagaimana membuat catatan atas hasil pengamatan yagn terkumpul. Oo.. begitu.. Lha ada nggak kebaikan dan kekurangan dari metode pengamatan? Pada dasarnya pelaksanaan semua penelitian metode mempunyai kelemahan dan kebaikan sebagaimana metode observasi. Kebaikan metode observasi antara lain: a. Melalui metode observasi dapat memperoleh data dari subjek, baik yang dapat berkomunikasi secara langsung maupun tidak. b. Terdapat kemungkinan mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya pada waktu kejadian tersebut berlangsung. Sedangkan kelemahan metode observasi adalah: a. Memerlukan waktu yang lama untuk memperoleh hasil dari suatu kejadian. b. Pengamatan terhadap suatu fenomena yang telah terjadi lama tidak dapat dilakukan secara langsung. Oke2.. Metode yang lainnya? sabar ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s