Memulai Sebuah Penelitian Sosial..yuk ikut!

Posted: Juli 25, 2010 in kenalan Karya Ilmiah

Setelah cerita2 kemarin, aku jadi pengin bikin penelitian. Tapii, apa yang harus aku lakukan ya?! Bingung nih (wajah bingung=”TRUE”) Yang pertama, tentu aja bikin rancangan penelitian. Rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuan…g dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas, dan utuh. Dari rancangan penelitian ini, kamu bisa melihat beberapa hal seperti: a) latar belakang: kenapa sih perlu dilakukan penelitian kayak gini? ngapain coba? emang perlu po? kira-kira hal2 seperti itulah yang dijabarkan dalam latar belakang… misalnya kamu mau bikin penelitian tentang “Pengetahuan Pelajar SMA 8 Yogya sebagai Pemilih Pemula dalam Pemilihan Umum 2009” (yaiiks… judulnya aja bikin mumet). Latar belakangnya, kamu bisa cerita tentang pentingnya pemilihan umum buat milih presiden, cerita tentang pemilihan umum sejak zaman dulu, dan sebagainya… Kamu juga harus menyertakan sumber-sumber data yang mendukung pernyataanmu itu. jangan asal ngomong… b) rumusan masalah: apa sih yang pengin aku ketahui dari dari penelitian itu? rumusan masalah adalah pertanyaan yang ingin dijawab melalui proses penelitian… jadi, rumusan masalah harus jelas dan tidak membingungkan. Contoh rumusan masalah yang tidak baik: “APAKAH ADA HUBUNGAN ANTARA NONTON TV DAN PERILAKU BELAJAR SISWA?” jawabannya ntar cuma “ada” atau “tidak ada”. gitu aja… So, rumusan masalah tersebut sebaiknya diubah menjadi “BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA NONTON TV DAN PERILAKU BELAJAR SISWA?” c) batasan masalah: sampai mana penelitianku ini? batasan masalah adalah hal-hal yang membatasi masalah yang akan kita teliti.. penting banget ini, supaya masalah kita tidak terlalu luas. Misalnya saja kamu mau neliti “MINAT REMAJA TERHADAP PEMBERANTASAN KORUPSI”. Nah, remaja yang mau kamu teliti itu siapa?! Remaja itu kan semua orang yang berusia 13 sampai 18 tahun (nek ga salah), entah yang sekolah, entah yang gak sekolah, entah di jogja, di merauke, dan dimanapun mereka berada! jadi kalo’ kamu pakai judul seperti tu, kamu harus neliti semua remaja di dunia! edan tenan! so, kamu harus bikin batasan masalah, misalnya “MINAT PELAJAR SMA DI KOTA YOGYAKARTA TERHADAP PEMBERANTASAN KORUPSI”… nah kan jadi lebih jelas. Yang kamu teliti cuma pelajar SMA di kota yogyakarta … bukan remaja yang lain. d) tujuan penelitian: bentuk jawab dari rumusan masalah bentuk jawab tu maksud simple-nya kaya gini: misal rumusan masalahnya “Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pelajar SMP untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah?” ntar tujuan penelitiannya “Mengetahui faktor-faktor yang mepengaruhi pelajar SMP untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah.” gitu… paham kan?! e) manfaat penelitian: buat apa sih penelitian ini?! penelitian kan diharapkan bisa bermanfaat, kalo’ nggak bermanfaat mubazir dong! Penelitian bisa bermanfaat buat banyak pihak, misalnya peneliti, sekolah, orangtua, pemerintah, dinas terkait, penyiar TV, pengusaha, dll. Misalnya aja penelitian tentang “Potensi Pasar Prawirotaman sebagai Penyedia Oleh-Oleh dan Kerajinan Khas Kota Yogyakarta” bisa bermanfaat untuk: 1) peneliti: bisa menambah pengetahuan tentang potensi pasar. 2) pedagang bahan kerajinan: menambah informasi tentang tempat pemasaran barang kerajinan. 3) pemerintah/dinas pengelolaan pasar: memberikan usulan tentang pengelolaan pasar tradisonal di kota yogyakarta.. dll. f) tinjauan pustaka: ???!!!??? tinjauan pustaka berisi definisi-definisi, uraian, dan teori-teori yang berkaitan dengan masalah-masalah yang kamu teliti… misalnya kamu mau neliti “MINAT PELAJAR SMA DI YOGYAKARTA TERHADAP SASTRA INDONESIA”, kan kamu harus punya definisi yang jelas tentang sastra itu sendiri… misalnya apa yang termasuk sastra? apa hasil-hasil sastra indonesia? dll. itulah yang kamu bahas di tinjauan pustaka… g) metodologi: gimana aku bisa meneliti? metodologi mengungkap cara-cara/langkah-langkah penelitian yang nantinya akan kita lakukan. Metodologi mencakup dua hal, yakni metode pengumpulan data dan metode analisis data… misalnya saja data akan dikumpulkan dengan metode angket, metode wawancara, dll. h) kerangka berpikir: kerangka berpikir merupakan penjelasan alur pikiran peneliti dalam membuat sebuah penelitian. kerangka berpikir menunjukkan dari mana penelitian dilakukan, tahap-tahap penelitian, dan hasil-hasil yang akan dicapai. kerangka penelitian penting dibuat, agar penelitian kita tidak terasa membingungkan.. itu semua gambaran singkat tentang sebuah rencana penelitian… dengan membuat rencana, penulisan penelitianmu akan lebih mudah …:) moga2 yang ditulis di atas enggak salah …. xp oO… begitu…. banyak banget sih! lah kalo’ menentukan topik penelitian yang mau kita teliti, gimana caranya? yang jelas kita harus berpikir (yaiyalah!). tapi, untuk menentukan topik, ada beberapa pedoman yang dapat kita pakai, misalnya: a. Topik dipandang penting dan cukup menarik untuk diteliti. b. Peneliti mempunyai potensi keahlian dalam bidang yang akan diteliti. c. Ada sumber data yang memadai. d. Topik tersebut dapat memberi kontribusi pada pengembangan ilmu. e. Ada ketercukupan data. f. Topik tersebut tidak terlalu sederhana dan tidak terlalu sulit. Jadi, saat kita menemukan sebuah ide, kita dapat mengecek dahulu dengan kriteria tersebut. Kalo’ udah cocok, kita bisa mulai mengembangkan ide tersebut menjadi rancangan penelitian … oke2.. dah cukup! cukup! ntar aku jadi tambah bingung 😦 yaudahlah, dipikir2 dulu aja… besok kan bisa ketemuan lagi, bisa dibahas lagi 🙂 makasih ya….

Iklan
Komentar
  1. mas ezra jago cerita ya! :p wkwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s