Apaan sih tes itu? Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Macam-macam tes? Jika ditinjau dari sasaran atau objek yang akan di…evaluasi, tes dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu: 1) Tes kepribadian (personalitiy test), yaitu tes yang digunakan untuk mengungkapkan kepribadian seseorang. Hal yang diukur antara lain kreativitas dan kedisiplinan. 2) Tes bakat (aptitude test), yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat/potensi seseorang. 3) Tes inteligensi (inteligence test), yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur inteligensinya. 4) Tes sikap (attitute test), yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang. 5) Tes minat (measure of interest) yaitu tes yang digunakan untuk menggali minat seseorang terhadap sesuatu. 6) Tes prestasi (achievement test), yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu. Apa lagi? aduh, aku tau nya cuma segini e…. pertanyaan lebih lanjut besok lagi ya…. teman2 yang tahu, tolong kasih tambahan…. Metode yang lain? Kayaknya masih ada lagi deh..

Iklan

“Angket” itu “agak panas” ya? Eh itu kan “anget” … Lha terus, “angket” tu apaan? Angket/kuesioner adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab secara tertulis oleh responden. Tujuan pokok pembuatan angket/kuesioner adalah untuk memperoleh informasi y…ang relevan dengan tujuan survai dan memperoleh informasi dengan reliabilitas dan validtas setinggi mungkin. Isi angket itu misalnya apaan? Secara umum, isi sebuah angket dapat berupa: a) pertanyaan tentang fakta, misalnya usia, agama, pendidikan, status perkawinan, jumlah anak, dsb. b) pertanyaan tentang pendapat dan sikap responden tentang sesuatu. c) pertanyaan tentang informasi, misalnya apa yang diketahui responden dan sejauh mana responden mengetahui hal itu. d) pertanyaan tentang persepsi diri, misalnya responden menilai perilakunya sendiri dalam hubungannya dengan yang lain. Bagaimana bentuk pertanyaan dalam angket? Pertanyaan dalam angket dapat berupa pertanyaan tertutup, terbuka, semi terbuka, dan kombinasi keduanya. a) pertanyaan tertutup: pertanyaan yang kemungkinan jawabannya sudah ditentukan terlebih dahulu, dan responden tidak diberi kesempatan memberi jawaban lain. Contoh: Apakah anda sudah pernah berpacaran? a. tidak pernah b. pernah b) pertanyaan terbuka: pertanyaan yang kemungkinan jawabannya tidak ditentukan, sehingga responden bebas memberikan jawaban. Contoh: Menurut anda, masalah yang paling berat bagi seseorang yang sudah punya pacar adalah? __________________________________ c) pertanyaan semi terbuka: pertanyaan dengan pilihan jawaban, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban. Contoh: Jenis karya fiksi berikut yang paling sering anda baca adalah ? a. novel b. kumpulan cerpen c. roman d. kumpulan puisi d. lain-lain, sebutkan …………… d) pertanyaan kombinasi tertutup dan terbuka: Jawaban sudah ditentukan, tetapi kemudian disusl dengan pertanyaan terbuka. Contoh: Setujukah anda apabila seorang pelajar “golput” dalam pemilihan kepala daerah/PILKADA besok? a. setuju b. tidak setuju Alasan anda? ___________________________________ Sebelum membuat angket, adakah hal-hal yang perlu diperhatikan? Ada, misalnya kita harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Menentukan tujuan kuesioner. 2) Menentukan variabel yang akan digunakan. 3) Menentukan jenis-jenis bahan atau jawaban yang diperlukan untuk setiap variabel. 4) Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan. Pertanyaan untuk angket yang baik itu seperti apa? Ada beberapa pedoman pembuatan pertanyaan dalam angket, antara lain sebagai berikut: a) menggunakan kata-kata yang dipahami oleh semua responden. b) usahakan supaya pertanyaan jelas dan khusus. c) hindari perntanyaan yang memiliki lebih dari satu pengertian. d) hindari pertanyaan yang mengandung sugesti/usulan tertentu. e) pertanyaan harus berlaku bagi semua responden. Dalam menyusun pertanyaan, beberapa prinsip yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a) Pertanyaan yang diajukan hendaknya dimulai dari yang mudah dan menarik, sedangkan pertanyaan yang sulit disusun ada bagian akhir. b) Pertimbangkan, apakah diperlukan dua atau lebih pertanyaan untuk setiap sasaran tertentu. c) Pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan satu dengan yang lain hendaknya diatur dalam urutan tertentu agar mudah dipahami maknanya dan responden mudah menjawabnya. d) Pertanyaan hendaknya meminta jawaban agak mendalam. e) Bila memerlukan jawaban yang bersifat pribadi, hendaknya ditempatkan pada bagian akhir. f) Data yang diperoleh relatif mudah diolah dan ditafsirkan peneliti. g) Untuk melengkapi kuesioner, peneliti perlu disertai dengan surat pengantar tujuan dan pentingnya penelitian, serta harapan yang diinginkan peneliti dari responden. Ada nggak kelebihan dan kekurangan angket? Kelebihan angket: 1) Dapat dibagikan secara serentak kepada responden. 2) Dapat dijawab dalam waktu senggang. 3) Responden dapat bebas menjawab, jujur, dan tidak malu dalam memberikan jawabannya. 4) Pertanyaan yang dibagikan ke responden sama. 5) Peneliti tidak harus berada di tengah-tengah responden. Kelemahan angket: 1) Biasanya validitasnya kurang. 2) Waktu pengembalian angket tidak serentak. 3) Kadang-kadang responden memberikan jawaban yang tidak benar. 4) Responden sering tidak teliti dalam menjawab pertanyaannya. 5) Jika dikirim lewat pos sering tidak kembali. Cara menggunakan angket? Apakah tinggal membagikan kepada responden? Ada beberapa cara mempergunakan angket, misalnya sebagai berikut: 1) angket digunakan dalam wawancara tatap muka dengan responden. Cara ini paling aman dilakukan, karena peneliti sendiri yang menuliskan jawaban responden dalam angket. Terutama digunakan apabila responden masih terlalu muda (misalnya responden adalah anak-anak TK, PAUD, SD, dll). 2) angket diisi sendiri oleh kelompok. Misalnya murid dalam satu kelas diberikan angket lalu diminta mengisi secara bersamaan/serentak. 3) angket sebagai pedoman wawancara melalui telepon. Hal ini cukup banyak dijumpai di negara maju, tetapi jarang di negara berkembang. 4) angket diposkan, dilampiri amplop, dan dibubuhi perangko untuk dikembalikan responden setelah diisi. Cara ini umumnya untuk angket yang pendek dan mudah diisi. 5) angket disertakan pada media cetak tertentu, misalnya pada angket yang diberikan di koran, majalah dan sebagainya. Angket tersebut dapat dikirim melalui pos tanpa perangko. Oke2 ntar aku pelajari lagi deh… Masih ada metode lain kah?

Wawancara itu apaan? Wawancara adalah cara mengumpulkan data melalui komunikasi langsung antara peneliti dengan sampelnya. Metode ini dilakukan dengan cara tanya jawab dengan sampel atau informan yang diarahkan pada masalah tertentu. Dari Wawancara, kita bisa dapat ap…a aja sih? Ada beberapa keterangan yang dapat diperoleh melalui wawancara, misalnya: a) Keterangan yang bersifat memastikan fakta: umur, agama, pendidikan, pekerjaan, keinginan responden, dan sebagainya. b) Keterangan yang memperkuat kepercayaan tentang keadaan fakta: anggapan, pandangan, dan kepercayaan responden terhadap suatu fakta. c) Keterangan tentang perasaan: perasaan dan emosi responden terhadap sesuatu yang ditanyakan. d) Keterangan tentang standar etika: hal-hal apa yang sebaiknya dilakukan atau dikerjakan oleh responden. e) Keterangan tentang standar kegiatan: penilaian responden tentang mungkin tidaknya suatu kegiatan dilakukan berdasarkan norma yang ada dalam masyarakat. f) Keterangan tentang alasan: berisi alasan responden tentang anggapan, perasaan, perilaku, atau kebijakan yang dikemukakannya. Apa aja macam-macam wawancara? Wawancara dapat kita tinjau dari pelaksanaan, dari tujuan, maupun dari bentuk pertanyaannya. Apabila ditinjau dari pelaksanaannya, pedoman wawancara dapat dibedakan menjadi: 1) Wawancara tidak berencana yaitu wawancara yang hanya memuat tema yang dijadikan acuan wawancara. Wawancara tidak berencana dapat dibedaan menjadi wawancara terfokus yakni wawancara yang terpusat pada satu pokok, dan wawancara bebas, yakni wawancara yang pertanyaannya tidak terfokus pada satu pokok. 2) Wawancara berencana yaitu wawancara yang disusun secara terperinci. Butir-butir pertanyaan telah dipersiapkan oleh peneliti sebelum wawancara. 3) Wawancara sambil lalu yaitu wawancara yang dilakukan tanpa seleksi terhadap orang-orang yang akan diwawancara. Sedangkan berdasarkan tujuannya, wawancara dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu: 1) Wawancara Survei: bertujuan mencari data untuk suatu populasi tertentu. 2) Wawancara diagnostik: bertujuan mendiagnosis seseorang tentang masalah yang dihadapi. Apabila ditinjau dari bentuk pertanyaannya, wawancara dapat dibedakan menjadi dua hal, yakni: 1) Wawancara tertutup: alternatif jawaban responden sudah ditentukan oleh pewawancara sebelumnya, atau responden hanya perlu memilih dari alternatif jawaban yang disediakan oleh pewawancara. 2) Wawancara terbuka: jawaban responden tidak ditentukan oleh pewawancara, sehingga responden dapat menjawab dengan kata-katanya sendiri. Supaya hasil wawancara kita memuaskan, apa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan? Prinsip-prinsip dalam wawancara antara lain sebagai berikut: 1) Pewawancara harus jujur, tidak boleh mengadakan manipulasi terhadap jawaban responden, atau memberi jawaban tanpa wawancara. 2) Pewawancara harus dapat mencatat jawaban, menerapkan definisi, dan melaksanakan instruksi dengan baik. 3) Pewawancara harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, adat istiadat, situasi, dan kondisi di tempat wawancara berlangsung. 4) Pewawancara harus dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman, sehingga responden merasa nyaman untuk memberikan informasi yang sebenarnya. 5) Pewawancara tidak bereaksi terhadap jawaban responden, apapun yang dikatakannya. Interaksi cukup dengan anggukan kepala, atau “oh, ya”, dan sebagainya. 6) Pewawancara harus bersikap wajar dan sanggup menarik perhatian responden terus menerus sampai wawancara selesai. Lalu saat melaksanakan wawancara? Jelasin dong! Sebelum melaksanakan wawancara, kita perlu mengadakan beberapa persiapan, misalnya: 1) menyeleksi orang-orang yang akan kita wawancara, baik sebagai informan maupun sebagai sampel atau responden. 2) melakukan pendekatan terhadap calon responden dan informan, untuk membuat janji dengan orang-orang tersebut. Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan saat wawancara: 1) Sebelum wawancara, hendaknya pewawancara menerangkan beberapa hal, seperti kegunaan serta tujuan wawancara, menjelaskan alasan responden terpilih untuk wawancara, menjelaskan identitas pewawancara, dan menjelaskan sifat wawancara yang dilakukan (rahasia atau tidak). 2) Pewawancara menghindari kata-kata yang memiliki dua atau banyak makna. 3) Pewawancara hendaknya menghindari pertanyaan panjang. 4) Pertanyaan dibuat sekonkret mungkin. 5) Pewawancara menyebut semua alternatif jawaban yang dapat diberikan oleh responden, atau sebaliknya jangan menyebut alternatif apapun. 6) Pewawancara menghindari pokok-pokok pertanyaan yang mungkin membuat responden malu atau canggung. 7) Jika wawancara berkaitan dengan penilaian terhadap orang ketiga/pihak lain, pewawancara sebaiknya menanyakan sifat yang positif dan negatif dari orang ketiga tersebut. 8) Usahakan wawancara berlangsung hanya antara pewawancara dan responden/informan. Pada tahap pencatatan wawancara, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan (Singarimbun, 1987:160) yakni sebagai berikut: 1) Reaksi atau jawaban pertama responden harus tetap ditulis, meskipun nanti responden berubah pendapat. 2) Jangan tergesa-gesa menuliskan “tidak tahu”, karena responden mungkin sedang berpikir. 3) Jawaban lain atau penjelasan tetap harus ditulis, meskipun untuk pertanyaan tertutup. 4) Tulislah dengan lengkap semua komentar responden. 5) Pahami maksud jawaban responden sebelum dicatat. 6) Usahakan sambil menulis tetap berbicara, sehingga responden tidak menunggu terlalu lama. 7) Selesai wawancara, periksalah kembali daftar pertanyaan agar tidak ada nomor yang terlewati. Secara umum, pencatatan wawancara dapat dilakukan dengan lima cara, yakni 1) Pencatatan langsung saat wawancara. 2) Pencatatan dari ingatan, dilakukan setelah wawancara berlangsung. 3) Pencatatan dengan alat perekam 4) Pencatatan dengan angka atau kata-kata yang memiliki nilai tertentu 5) Pencatatan dengan kode yang telah dipersiapkan sebelumnya. Wah, gitu ya… Lha kelebihan dan kekurangan wawancara apa saja? Secara umum, keuntungan wawancara antara lain: a. Informasi yang diinginkan dapat diperoleh secara tepat. b. Terdapat kesahihan akan kebenaran jawaban yang diperoleh. c. Lebih akurat. Kelemahan wawacara: Informasi yang disampaikan responden belum tentu sesuai dengan fakta. Oke2… masuk ke metode berikutnya dong! iya2 sabar^^

Apa sih pengamatan/observasi itu? Pengamatan (observasi) adalah suatu cara mengumpulkan data melalui pengamatan inderawi, dengan melakuan pencatatan terhadap gejala-gejala yang terjadi pada objek penelitian secara langsung di tempat penelitian. Apa yang diamati? Ada …beberapa hal yang dapat menjadi bahan amatan, misalnya: a) pelaku/partisipan, misalnya menyangkut siapa saja yang terlibat, apa status mereka, bagaimana hubungan mereka dengan kegiatan tersebut, bagaimana kedudukan mereka dalam masyarakat, dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain dalam kegiatan tersebut. b) Kegiatan, misalnya menyangkut apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukan itu, untuk siapa mereka melakukan itu, bagaimana terjadinya suatu peristiwa, dan akibat dari peristiwa tersebut. c) Tujuan, misalnya menyangkut apa yang diharapkan partisipan dari kegiatan atau peristiwa yang diamati. d) Perasaan, misalnya menyangkut ungkapan-ungkapan emosi partisipan baik itu dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka, atau gerak tubuh. e) Ruang/tempat, misalnya menyangkut lokasi dari peristiwa atau gejala yang diamati. f) Waktu, misalnya menyangkut jangka waktu kegiatan atau peristiwa yang diamati, serta pandangan para partisipan tentang waktu. g) Benda/alat, misalnya menyangkut jenis, bentuk, bahan, dan kegunaan benda atau alat yang dipakai saat kegiatan berlangsung. h) Peristiwa, misalnya menyangkut kejadian-kejadian lain yang terjadi bersamaan atau seiring dengan kegiatan yang diamati. i) dan lain-lain. Cara melakukan penelitian dengan metode observasi ini gimana sih? Beberapa cara yang umum dilakukan misalnya sebagai berikut: 1) Membuat catatan anekdot (anecdotal record), yaitu catatan informal yang digunakan pada waktu melakukan observasi. Catatan ini berisi fenomena atau peristiwa yang terjadi saat observasi. 2) Membuat daftar cek (checklist), yaitu daftar yang berisi catatan setiap faktor secara sistematis. Daftar cek ini biasanya dibuat sebelum observasi dan sesuai dengan tujuan observasi. 3) Membuat skala penilaian (rating scale), yaitu skala yang digunakan untuk menetapkan penilaian secara bertingkat untuk mengamati kondisi data secara kualitiatif. 4) Mencatat dengan menggunakan alat (mechanical device), yaitu pencatatan yang dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan alat bantu, misalnya kamera, handycam, dan alat perekam suara. Macam-macam metode observasi? Metode pengamatan/observasi dapat dibedakan berdasarkan dua hal, yakni berdasarkan keterlibatan penelitinya dan berdasarkan struktur pengamatannya. Berdasarkan keterlibatan penelitinya, metode pengamatan dibedakan menjadi tiga macam, yakni: 1) Pengamatan biasa/tidak langsung: pengamat merupakan orang yang sepenuhnya mengamati; ia tidak memiliki keterlibatan apapun dengan objek pengamatan. 2) Pengamatan terkendali: objek pengamatan diletakkan pada suatu lingkungan yang terbatas (ruangan, lapangan, dlsb) yang dapat diamati oleh peneliti. 3) Pengamatan terlibat/langsung: pengamat ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diteliti. Dalam pengamatan langsung, pengamat dapat sepenuhnya terlibat (complete participation), berperan sebagai peserta terbatas (partial participation), dan berperan sebagai pengamat (complete as observer). Berdasarkan struktur pengamatan, pengamatan dapat dibedakan menjadi dua hal yakni: 1) Pengamatan tidak berstruktur: tidak ada ketentuan mengenai hal-hjal apa yang harus diamati oleh pengamat. 2) Pengamatan berstruktur: hal-hal yang harus diamati pengamat telah ditentukan dan direncanakan secara sistematis. Supaya hasil pengamatan menjadi bagus, kita harus bagaimana? Tentu saja kita harus menggunakan prinsip-prinsip pengamatan, kurang lebih sebagai berikut: 1) Pengamatan harus dilakukan secara cermat, jujur, dan objektif, serta terfokus pada objek yang diteliti. 2) Dalam menentukan objek yang hendak diamati, seorang pengamat harus mengingat bahwa semakin banyak objek yang teramati, semakin sulit pengamatan dilakukan dan hasilnya semakin tidak teliti. 3) Sebelum pengamatan dilakukan, pengamat sebaiknya menentukan cara dan prosedur pengamatan. 4) Agar pengamatan lancar, pengamat perlku memahami apa yang hendak diamati dan dicatat, serta bagaimana membuat catatan atas hasil pengamatan yagn terkumpul. Oo.. begitu.. Lha ada nggak kebaikan dan kekurangan dari metode pengamatan? Pada dasarnya pelaksanaan semua penelitian metode mempunyai kelemahan dan kebaikan sebagaimana metode observasi. Kebaikan metode observasi antara lain: a. Melalui metode observasi dapat memperoleh data dari subjek, baik yang dapat berkomunikasi secara langsung maupun tidak. b. Terdapat kemungkinan mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya pada waktu kejadian tersebut berlangsung. Sedangkan kelemahan metode observasi adalah: a. Memerlukan waktu yang lama untuk memperoleh hasil dari suatu kejadian. b. Pengamatan terhadap suatu fenomena yang telah terjadi lama tidak dapat dilakukan secara langsung. Oke2.. Metode yang lainnya? sabar ya.

Data merupakan hal-hal yang sangat penting dalam melakukan penelitian. Untuk itu, kita harus mengenal lebih lanjut tentang data dalam penelitian tersebut. Apa sih data itu? Data (tunggal: datum) penelitian adalah keterangan-keterangan yang dikumpulkan peneliti berkait…an dengan topik penelitian tertentu. Katanya data itu ada bermacam-macam… Apa aja sih? Berdasarkan cara memperolehnya, data dibedakan menjadi dua macam, yakni: a) Data primer: data yang diperoleh dari informan yang pertama kali, atau orang yang melihat sendiri, atau mengalami sesuatu. b) Data sekunder: data yang diperoleh dari informan yang bukan pertama kali, atau dari pihak lain yang telah mengolah data tertentu. Sedangkan berdasarkan sifatnya data dibedakan menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. a) Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka, tetapi lebih banyak berupa deskripsi, ungkapan atau makna-makna tertentu yang harus diungkap peneliti. Contoh, kesejahteraan petani, interaksi anak dalam keluarga, pendapat dan alasan tentang sesuatu hal, dan lain-lain. b) Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka yang hasilnya dapat diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik statistik. Contoh, pertambahan jumlah penduduk, pendapatan penduduk, jumlah pedagang di area tertentu, dan lain-lain. Gimana cara memilih metode pengumpulan data buat penelitianku ini? Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan metode pengumpulan data antara lain sebagai berikut. a. Sumber Data. Sumber data atau sampel dapat menentukan metode atau alat pengumpul data. Apabila sumber data besar, maka metode yang cocok digunakan adalah kuesioner. Sedangkan apabila sumber data kecil, akan menjadi lebih mudah menggunakan metode wawancara. b. Lokasi. Apabila lokasi penelitian meliputi daerah yang luas, maka lebih efektif jika menggunakan metode kuesioner daripada wawancara dan observasi. c. Pelaksanaan. Apabila pelaksana atau tenaga pengumpul banyak, namun respondennya sedikit, maka metode yang paling baik digunakan adalah wawancara atau observasi. Sebaliknya, jika pelaksana atau tenaga pengumpul sedikit dan respondennya banyak maka metode kuesioner atau angket lebih tepat untuk digunakan. d. Biaya dan Waktu. Apabila peneliti dihadapkan pada kondisi dana yang sedikit sedangkan mempunyai waktu terbatas, maka metode kuesioner atau angket layak untuk digunakan. e. Kedalaman Data. Apabila peneliti ingin mengetahui data secara lebih mendalam, maka lebih baik seorang peneliti menggunakan metode wawancara dibanding kuesioner atau observasi. Emangnya cara mengumpulkan data ada apa aja? Macam-macam kok, misalnya: 1) wawancara/interview 2) angket/kuesioner 3) pengamatan/observasi 4) pengujian/test 5) analisis isi/content analysis Oo gitu… Bahas dong masing-masing metode itu… Pliiss!!! iya2, ntar dibahas di artikel-artikel berikutnya.

Apa itu subjek dan objek penelitian? Subjek penelitian adalah sumber tempat kita memperoleh keterangan atau data penelitian, sedangkan objek penelitian adalah topik penelitian yang dipilih. Subjek penelitian dapat merupakan suatu populasi, atau suatu sampel. Apa itu p…opulasi? Apa itu sampel? Bedanya????? Populasi adalah seluruh unsur atau elemen yang menjadi anggota dalam suatu kesatuan yang akan diteliti, sedangkan sampel adalah bagian populasi yang dipilih untuk menjadi subjek penelitian. Misalnya, Dita akan meneliti tentang semangat belajar para pelajar SMA di Yogyakarta. Populasi dari penelitian Dita ini adalah seluruh pelajar SMA di wilayah Yogyakarta. Sampel dari penelitian ini adalah beberapa pelajar dari beberapa SMA di kota Yogyakarta. Cara mengambil Sampel? Pengambilan sampel yang baik harus bersifat representatif, artinya sampel tersebut mewakili karakteristik yang terdapat pada populasi. untuk itu, ada beberapa macam metode pengambilan sampel yang dapat digunakan, tergantung pada penelitian sosial yang akan kita lakukan. Beberapa metode tersebut adalah sebagai berikut: a. Sampel Acak Sederhana (Simpel Random Sampling) Di dalam sampel acak, setiap anggota populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi anggota sampel.Kemungkinan untuk menjadi anggota sampel berlaku bagi semua individu-individu terlepas dari persamaan-persamaan maupun perbedaan di antara mereka sepanjang mereka itu menjadi anggota populasi. Penentuan sampel melalui simpel random sampling dapat dilakukan dengan undian atau daftar angka acak. b. Sampel Terstratifikasi (Stratified Sampling) Teknik ini sering disebut dengan penarikan sampel secara proporsional atau proportional sampling. Hal ini dikarenakan penarikan sampel, dalam teknik ini memerhatikan perimbangan jumlah unit-unit di dalam setiap subpopulasi. Keuntungan stratified random sampling adalah lebih hemat daripada random sampling. Hal ini karena random sampling memerlukan sampel yang lebih besar agar semua lapisan atau golongan dapat terjaring di dalam sampel. Bagi stratified random sampling, terjaringnya golongan-golongan atau lapisan-lapisan di dalam sampel sudah terjamin. Dengan stratified random sampling yang terwakili bukan saja golongan atau lapisan tetapi juga variabel-variabel penelitian yang dikehendaki untuk diteliti secara simultan di dalam sampelnya. c. Sampel Rumpun (Cluster Sampling) Pengambilan sampel secara cluster pada hakikatnya sama dengan pengambilan sampel secara acak dengan perbedaan bahwa setiap unit sampelnya adalah kumpulan atau cluster dari unsur-unsur. d. Sampel Daerah (Area sampling) Area sampling umumnya dipakai apabila kita tidak mungkin dan tidak praktis untuk mengambil sampel di suatu daerah yang luas. Daerah luas dibagi-bagi menjadi daerah-daerah yang lebih kecil, kemudian daerah tersebut dibagi-bagi lagi menjadi daerah yang lebih kecil. Keuntungan dari area sampling yaitu menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Sedangkan kerugiannya, karena caranya dilakukan bertingkat-tingkat, pada setiap tingkat dapat terjadi kesalahan. Ada kemungkinan sampel-sampel yang ditarik pada setiap tingkat tidak mewakili populasi atau subpopulasinya, atau pada tingkat pertama masih representatif terhadap populasinya, sedangkan pada tingkat kedua sudah tidak lagi representatif. e. Sampel Purposif (Purposive Sampling) Pengambilan sampel secara purposif pada hakikatnya adalah suatu pengambilan sampel dengan mendasarkan diri pada pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. f. Sampel Insidental (Insidental Sampling) Cara pengambilan sampel ini dilakukan secara kebetulan dengan tidak menggunakan perencanaan. Peneliti semata-mata memilih siapa saja yang dapat diraih pada saat penelitian diadakan sebagai respondennya. g. Sampel Bola Salju (Snow Ball Sampling) Snow ball sampling merupakan penarikan sampel bertahap yang makin lama jumlah respondennya semakin bertambah besar. Penarikan sampel dengan snow ball dapat diibaratkan dengan sebuah bola salju yang semula kecil berkembang menjadi membesar seraya dia menggelinding dari bukit. Cara pengambilan sampel ini berlangsung secara berantai dari satu responden kepada responden lain berdasarkan informasi dari responden pertama. Umumnya responden pertama adalah orang yang dianggap paling mengetahui. Mana yang harus kita pilih? Nah, itu tergantung dari penelitian apa yang akan kamu lakukan… 1. Bopak ingin meneliti sikap siswa terhadap cara-cara penilaian guru. Untuk itu dapat digunakan sistem Sampel Terstratifikasi. Oleh karena siswa terdiri atas kelas satu, dua, dan tiga, peneliti harus mengambil sampel dari tiap-tiap kelas. Peneliti mengambil beberapa siswa kelas satu, siswa kelas dua, dan siswa kelas tiga. 2. Prof. Bahlul hendak meneliti pandangan ibu-ibu tentang nilai anak di Kabupaten A. Untuk itu dapat digunakan sistem Sampel Daerah. Untuk itu, peneliti menggunakan pengambilan sampel wilayah secara bertingkat. Peneliti memilih kecamatan-kecamatan yang dapat mewakili Kabupaten A sesuai dengan kebutuhan penelitian peneliti. Lalu dari kecamatan-kecamatan yang terpilih sebagai sampel itu peneliti memilih lagi desa-desa yang dianggap dapat mewakili keadaan kecamatan. Apabila desa masih dianggap terlalu luas, maka dapat menggunakan prosedur yang sama menentukan dukuh sebagai wilayah terkecil penelitian. 3. Mawar ingin meneliti bagaimana proses interaksi para penyandang cacat. Hal ini dapat dilakukan dengan metode sampel Puerposif. Setiap sampel yang dipilih berdasarkan pada ketentuan-ketentuan yang telah dibuat oleh peneliti. Contoh sampel adalah penyandang cacat dengan tingkat kecacatan tertentu, atau jenis kecacatan tertentu. 4. Jeng Janeth berkehendak untuk meneliti murid-murid SMA di sebuah sekolah. Ia dapat menggunakan sistem sampel rumpun. Ia menarik unit sampelnya bukan murid-murid secara individual, tetapi terlebih dahulu unit sampelnya adalah kelas-kelas di sekolah itu yang terdiri atas kelas satu sampai dengan kelas tiga. Dari kelas satu secara random terpilih kelas XC. Dari kelas dua terpilih kelas XIA. Dari kelas tiga terpilih secara random kelas XII IPA1. Setelah peneliti dapat memilih secara random unit-unit sampel secara cluster, langkah berikutnya adalah memilih sampel dari kelaskelas itu sejumlah murid sebanyak yang dikehendaki. Terus..? Dengan menggunakan metode sampling yang tepat, sampel yang kita ambil dapat sungguh-sungguh menggambarkan dan mewakili kondisi populasi… Dengan demikian, kesimpulan yang kita ambil dari penelitian terhadap sampel juga berlaku bagi populasi tersebut.. Mungkinkah terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam hal ini? Mungkin banget.. ada dua macam penyimpangan, yaitu penympangan karena pemakaian sampel (sampling error) dan penyimpangan bukan karena pemakaian sampel (non-sampling error). Penyimpangan karena pemakaian sampel biasanya terjadi karena jumlah sampel yang diambil terlalu sedikit. Sedangkan non-sampling error dapat terjadi karena berbagai hal, misalnya: a) kesalahan definisi, satuan ukuran, dan kriteria. b) penggantian sampel c) salah tafsir oleh responden atau oleh peneliti d) responden lupa akan hal-hal yang ditanyakan e) responden memberikan jawaban yang salah secara sengaja f) kesalahan dalam pengolahan data Kesalahan-kesalahan tersebut dapat dihindari dengan memakai metode pengambilan sampel yang tepat dan perencanaan penelitian secara teliti dan sistematis. Oo… begitu… ya ntar aku pelajari lagi deh, masalah populasi dan sampel! Siip, gitu dong! Ayo semangat melanjutkan penelitian kita! Makasih, teman!

Setelah cerita2 kemarin, aku jadi pengin bikin penelitian. Tapii, apa yang harus aku lakukan ya?! Bingung nih (wajah bingung=”TRUE”) Yang pertama, tentu aja bikin rancangan penelitian. Rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuan…g dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas, dan utuh. Dari rancangan penelitian ini, kamu bisa melihat beberapa hal seperti: a) latar belakang: kenapa sih perlu dilakukan penelitian kayak gini? ngapain coba? emang perlu po? kira-kira hal2 seperti itulah yang dijabarkan dalam latar belakang… misalnya kamu mau bikin penelitian tentang “Pengetahuan Pelajar SMA 8 Yogya sebagai Pemilih Pemula dalam Pemilihan Umum 2009” (yaiiks… judulnya aja bikin mumet). Latar belakangnya, kamu bisa cerita tentang pentingnya pemilihan umum buat milih presiden, cerita tentang pemilihan umum sejak zaman dulu, dan sebagainya… Kamu juga harus menyertakan sumber-sumber data yang mendukung pernyataanmu itu. jangan asal ngomong… b) rumusan masalah: apa sih yang pengin aku ketahui dari dari penelitian itu? rumusan masalah adalah pertanyaan yang ingin dijawab melalui proses penelitian… jadi, rumusan masalah harus jelas dan tidak membingungkan. Contoh rumusan masalah yang tidak baik: “APAKAH ADA HUBUNGAN ANTARA NONTON TV DAN PERILAKU BELAJAR SISWA?” jawabannya ntar cuma “ada” atau “tidak ada”. gitu aja… So, rumusan masalah tersebut sebaiknya diubah menjadi “BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA NONTON TV DAN PERILAKU BELAJAR SISWA?” c) batasan masalah: sampai mana penelitianku ini? batasan masalah adalah hal-hal yang membatasi masalah yang akan kita teliti.. penting banget ini, supaya masalah kita tidak terlalu luas. Misalnya saja kamu mau neliti “MINAT REMAJA TERHADAP PEMBERANTASAN KORUPSI”. Nah, remaja yang mau kamu teliti itu siapa?! Remaja itu kan semua orang yang berusia 13 sampai 18 tahun (nek ga salah), entah yang sekolah, entah yang gak sekolah, entah di jogja, di merauke, dan dimanapun mereka berada! jadi kalo’ kamu pakai judul seperti tu, kamu harus neliti semua remaja di dunia! edan tenan! so, kamu harus bikin batasan masalah, misalnya “MINAT PELAJAR SMA DI KOTA YOGYAKARTA TERHADAP PEMBERANTASAN KORUPSI”… nah kan jadi lebih jelas. Yang kamu teliti cuma pelajar SMA di kota yogyakarta … bukan remaja yang lain. d) tujuan penelitian: bentuk jawab dari rumusan masalah bentuk jawab tu maksud simple-nya kaya gini: misal rumusan masalahnya “Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pelajar SMP untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah?” ntar tujuan penelitiannya “Mengetahui faktor-faktor yang mepengaruhi pelajar SMP untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah.” gitu… paham kan?! e) manfaat penelitian: buat apa sih penelitian ini?! penelitian kan diharapkan bisa bermanfaat, kalo’ nggak bermanfaat mubazir dong! Penelitian bisa bermanfaat buat banyak pihak, misalnya peneliti, sekolah, orangtua, pemerintah, dinas terkait, penyiar TV, pengusaha, dll. Misalnya aja penelitian tentang “Potensi Pasar Prawirotaman sebagai Penyedia Oleh-Oleh dan Kerajinan Khas Kota Yogyakarta” bisa bermanfaat untuk: 1) peneliti: bisa menambah pengetahuan tentang potensi pasar. 2) pedagang bahan kerajinan: menambah informasi tentang tempat pemasaran barang kerajinan. 3) pemerintah/dinas pengelolaan pasar: memberikan usulan tentang pengelolaan pasar tradisonal di kota yogyakarta.. dll. f) tinjauan pustaka: ???!!!??? tinjauan pustaka berisi definisi-definisi, uraian, dan teori-teori yang berkaitan dengan masalah-masalah yang kamu teliti… misalnya kamu mau neliti “MINAT PELAJAR SMA DI YOGYAKARTA TERHADAP SASTRA INDONESIA”, kan kamu harus punya definisi yang jelas tentang sastra itu sendiri… misalnya apa yang termasuk sastra? apa hasil-hasil sastra indonesia? dll. itulah yang kamu bahas di tinjauan pustaka… g) metodologi: gimana aku bisa meneliti? metodologi mengungkap cara-cara/langkah-langkah penelitian yang nantinya akan kita lakukan. Metodologi mencakup dua hal, yakni metode pengumpulan data dan metode analisis data… misalnya saja data akan dikumpulkan dengan metode angket, metode wawancara, dll. h) kerangka berpikir: kerangka berpikir merupakan penjelasan alur pikiran peneliti dalam membuat sebuah penelitian. kerangka berpikir menunjukkan dari mana penelitian dilakukan, tahap-tahap penelitian, dan hasil-hasil yang akan dicapai. kerangka penelitian penting dibuat, agar penelitian kita tidak terasa membingungkan.. itu semua gambaran singkat tentang sebuah rencana penelitian… dengan membuat rencana, penulisan penelitianmu akan lebih mudah …:) moga2 yang ditulis di atas enggak salah …. xp oO… begitu…. banyak banget sih! lah kalo’ menentukan topik penelitian yang mau kita teliti, gimana caranya? yang jelas kita harus berpikir (yaiyalah!). tapi, untuk menentukan topik, ada beberapa pedoman yang dapat kita pakai, misalnya: a. Topik dipandang penting dan cukup menarik untuk diteliti. b. Peneliti mempunyai potensi keahlian dalam bidang yang akan diteliti. c. Ada sumber data yang memadai. d. Topik tersebut dapat memberi kontribusi pada pengembangan ilmu. e. Ada ketercukupan data. f. Topik tersebut tidak terlalu sederhana dan tidak terlalu sulit. Jadi, saat kita menemukan sebuah ide, kita dapat mengecek dahulu dengan kriteria tersebut. Kalo’ udah cocok, kita bisa mulai mengembangkan ide tersebut menjadi rancangan penelitian … oke2.. dah cukup! cukup! ntar aku jadi tambah bingung 😦 yaudahlah, dipikir2 dulu aja… besok kan bisa ketemuan lagi, bisa dibahas lagi 🙂 makasih ya….